PEKALONGAN, — Kelompok pegiat alam SISPALA Punakawan dari SMA Negeri 4 Pekalongan menggelar kegiatan _Kemah Ceria_ (Kemcer) di kawasan wisata Black Canyon, Kecamatan Petungkriono, Kabupaten Pekalongan, pada 19–20 Juli 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan anggota SISPALA dan siswa baru yang tertarik mengenal lebih jauh dunia kepecinta alaman. Selain bertujuan mempererat solidaritas antar anggota, Kemcer juga menjadi ajang pembelajaran langsung di alam terbuka.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi dasar navigasi medan menggunakan kompas. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami arah mata angin, teknik membaca peta, serta simulasi menentukan posisi dan rute perjalanan di medan terbuka.
Kemah Ceria Punakawan
Kemampuan membaca kompas sangat penting bagi setiap anggota SISPALA, terutama saat melakukan kegiatan ekspedisi atau penelusuran hutan. Ini adalah keterampilan dasar yang harus dikuasai,” ujar Aghistna Ulisshulcha, Ketua SISPALA Punakawan.
Selain materi navigasi, peserta juga mengikuti latihan baris-berbaris sebagai bagian dari pembentukan disiplin dan kekompakan tim. Latihan ini dipandu oleh pemateri yang telah memiliki pengalaman dalam kegiatan lapangan.
Pembina SISPALA, Dhony Hermawan, S.Pd., menyampaikan bahwa Kemcer merupakan kegiatan rutin yang dirancang untuk membekali siswa dengan keterampilan dasar kepecintaalaman sekaligus membangun karakter tangguh dan mandiri.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kerja sama, dan kecintaan terhadap alam sejak dini. Petungkriono dipilih karena selain memiliki keindahan alam, juga menawarkan medan yang cocok untuk pelatihan,” kata Dhony.
Kegiatan Kemcer ditutup dengan evaluasi dan refleksi bersama, di mana peserta berbagi pengalaman dan kesan selama mengikuti kegiatan. SISPALA Punakawan berharap Kemcer dapat menjadi awal yang positif bagi siswa baru untuk lebih aktif dalam kegiatan organisasi dan pelestarian lingkungan